Analisis kritis representasi remaja Melayu Islam dalam filmografi Ahmad Idham
List of Authors
  • Badrul Redzuan Abu Hassan , Bambang Suhartono Mohd Said , Wan Amizah Wan Mahmud

Keyword
  • Representasi, gaya hidup moden, analisis kritis wacana, remaja Melayu Islam, Ahmad Idham

Abstract
  • Secara umum, isu remaja yang berkaitan dengan remaja Melayu Islam sering dijadikan naratif dalam filmografi Ahmad Idham. Representasi subjek ini biasanya merupakan paparan gaya hidup moden mereka, akibat moral dalam kehidupan sosialnya. Bagaimanapun, Ahmad Idham hanya menumpukan minatnya membuat filem yang dianggap terlalu klise dari sudut sosial dan moral. Kajian ini telah memilih dua filem Syurga Cinta (2009) dan Aku Masih Dara (2010) untuk mengkaji secara kritis hujah di atas dalam perbincangan terperinci berdasarkan Teori Perwakilan Stuart Hall (1997). Kajian kami menggunakan analisis kritis wacana filem dan kaedah temu bual mendalam dengan pengarahnya. Hasil kajian menunjukkan bahawa pengarah Ahmad Idham telah membina subjek representasinya untuk memperlihatkan remaja Melayu sebagai gambaran kritikal terhadap peranan ibu bapa dan masyarakat secara amnya. Dalam analisis akhir, filem-filem terpilih mengenai remaja Melayu Islam memperlihatkan pentingnya unsur-unsur psikologi remaja dan logika sebab-akibat dalam representasi subjek ini.

Reference
  • 1. Ahsan Lodeng. 2018. Pengaruh Gaya Hidup Hedonis Terhadap Perilaku Konsumtif Menurut Ekonomi Islam. Fakultas Ekonomi Dan Bisnis Islam Universitas Islam Negeri Raden Intan Lampung.
    2. Allan Casebier.(1991). Film and Phenomenology Toward A Realist Theory Of Cinematic Representation. School of Cinema /Television University of Southern California. Cambridge University Press.
    3. Ardilla Saputri & Risana Rachmatan. 2016. Religiusitas Dengan Gaya Hidup Hedonisme : Sebuah Gambaran Pada Mahasiswa Universitas Syiah Kuala. Jurnal Psikologi, Volume 12 Nomor 2, Desember 2016.
    4. Branigan, E. (1992). Narrative Comprehension and Film. London: The British Film Institute and Phil Rosen.
    5. Burton, G. (2010). Media and Society: Critical perspectives. UK: McGraw-Hill Education.
    6. Chaney, D. (1996). Life Style(Terjemahan), Sebuah Pengantar Komprehensif. Yogyakarta: Jalasutra.
    7. Casey, B., & Caudle, K. (2013). The Teenage Brain: Self Control. Assosiation of Psychology Center, 22(2): 82-87.
    8. Catherine Driscoll.(2011). Teen Film A Critical Introduction. Berg Oxford : New York, NY 10010, USA.
    9. Dwi Dicky Febry Rahardjo.2016. Representasi Budaya Populer dalam Film “Slank Nggak Ada Matinya” Karya Fajar Bustomi. eJournal Ilmu Komunikasi.Volume 4, No.3.2016.
    10. Ganjar Wibowo.2019. Representasi Perempuan dalam Film Siti.Nyimak Journal of Communication Vol. 3, No. 1, Mac 2019, pp. 47–59 P-ISSN 2580-3808, E-ISSN 2580-3832.
    11. Irinne Salsabila Ramadhani.2020. Representasi Remaja Perempuan Pelaku Seks Pranikah Pada Film Drama Remaja (Analisis Semiotika Tokoh “Dara” Pada Film Dua Garis Biru). Program Studi Komunikasi Fakultas Komunikasi Dan Diplomasi Universitas Pertamina.
    12. Johannes Ehrat (2005). Cinema and Semiotic: Peirce And Film Aesthetics, Narration, And Representation. University of Toronto Press Toronto Buffalo London © University Of Toronto Press Incorporated.
    13. Lilla Anggraini & Rudi Cahyono.2017. Hubungan Antara Kontrol Diri Dengan Gaya Hidup Hedonis Pada Remaja di Surabaya. Jurnal Psikologi Pendidikan Dan Perkembangan Tahun 2017, Vol. 6, Pp. 77-85.
    14. Nobert Wiley.(2003). Emotion and Film Theory. Studies in Symbolic Interaction. Emerald.Com (169-187).
    15. Papilia, D. E., Old, S., & Feldman, S. (2008). Human Development (Psikologi Perkembangan). Bagian V S/D IX. Jakarta: Kencana.
    16. Rafdeadi, R. 2015. Representasi Identitas Remaja Perempuan dalam Sinetron Remaja Indonesia. Jurnal Dakwah Risalah, 26(1), 33-43.
    17. Ratna Noviani.2011. Konsep Diri Remaja Dalam Film Indonesia: Analisis Wacana Atas Film Remaja Indonesia Tahun 1970-2000-An. Tesis Pascasarjana Universitas Gadjah Mada Yogyakarta. Kawistara. Volume 1: No. 1, 21 April 2011, Halaman 1-102.
    18. Retnaningish, R.1996.Aktualisasi Diri. Jakarta: Gunadarma.
    19. Santrock, J. W. (2007). Translation Adolescent 7th Edition. Jakarta: Erlangga.
    20. Sigit Surahman.2015. Representasi Feminisme dalam Filem Indonesia. Jurnal Ilmiah LISKI (Lingkar Studi Komunikasi)1(2),119-145,2015.
    21. Stuart Hall.(1995). The White of Their Eyes: Racist Ideologies and the Media, dalam Dines, Gail and Jean M. Humez (eds.), Gender, Race and Class in Media: A Text Reader, London: Thousand Oaks & New Delhi: Sage Publications.
    22. Stuart Hall.(1997). Representation: Cultural Representations and Signifying Practices. London Thousand Oaks,California:Sage in association with the Open University.
    23. Sigit Surahman.2015. Representasi Feminisme dalam Filem Indonesia. Jurnal Ilmiah LISKI (Lingkar Studi Komunikasi)1(2),119-145,2015.
    24. Tangney, J. P., Baumiester, R. F., & Boone, A. L. (2004). High Self Control Predicts Good Adjusment, Less Pathology, Better Grades, And Interpersonal Succes. Journal of Personality, Volume 72 (02), 271-322.
    25. Tim McNelis. (2017).US Youth Films and Popular Music. First published 2017 by Routledge 711 Third Avenue, New York, NY 10017.
    26. Ubong Imang.2015. Sifat Dan Motivasi Penontonon Filem Dalam Kalangan Penonton Filem di Malaysia. Jurnal Komunikasi Borneo Edisi Khas (Konvokesyen ke-17 UMS) 2015.
    27. Yue Guo,Wen-Jing LIU ,Hong-Xian NIU,Tong-Hui QU ,Yu-Ting WANG.2015. The Youth Image in Chinese and American Youth Films International Journal of Humanities and Social Science Vol. 5, No. 10; October 2015.
    28. Wilis Destiana Ningrum.2019. Representasi Gaya Hidup Remaja Dalam Film (Analisis Semiotika Roland Barthes Dalam Film Generasi Micin). Fakultas Ilmu Sosial Dan Ilmu Politik Universitas Lampung Bandar Lampung.