1. Ahmada, N.S & Nasir.R. (2010). Emotional Reactions and Behavior of Incest Victims. Procedia Social and Behavioral Sciences 5 , 1, 1023–497
2. Abdullah, Irwan, dkk, (2008). Agama dan Kearifan Lokal Dalam Tantangan Global. Pustaka Pelajar: Yogyakarta.
3. Creswell Jhon W. (2010). Research Design, Qualitative, Quantitaive, Mixed Methods Approaches, edisi Terjemahan, Reseach Design, Pendekatan Kualitatif, Kuantitatif, dan Mixed,. Cet.I, Pustaka Pelajar: Yogyakarta.
4. Dewi,K.R.A. (2008). Inses Sukarela (Studi Kasus : kakak Perempuan dan Adik Kandung Laki-laki, Skripsi Fakultas Psikologi Universitas Muhammadiyah Surakarta: Solo
5. Dufur, Mikaela J. (2010). Sex Differences in Parenting Behaviors in Single Mother and Single Father House Hold, Journal of Marriage, 72, 5.
6. Fingerman, K. L., & Bermann, E. 2000. Applications of family systems theory to the study of adulthood. International Journal of Aging and Human Development, 51, (1), 5-29
7. Howe, T. R. (2012). Marriages & families in the 21st century: A bioecological approach. John Wiley & Sons Ltd: West Sussex.
8. Kadir, Abdul. (2012). Tinjauan Kriminologis Terhadap Tindak Pidana Incest Dengan Korban Anak (Studi Kasus Wilayah Kabupaten Takalar Tahun 2005-2011) Bagian Hukum Pidana Fakultas Hukum Universitas Hasanuddin: Makassar
9. Kalibongso, R. S. (2005). Wanita dan Anak Korban Kekerasan Seksual (Penanggulangan dan Perlindungannya)”, Jurnal Penegakan Hukum, 2. (1), 1-12
10. Le Poire, Beth A. (2005). Family Communication: Nurturing and Control in a Changing World. Sage: London
11. Maarif, S., Afifuddin, Ridho. Praja, Ranto,H. (2012). Mendukung Kesitimewaan Yogyakarta Melalui Prespektif Keilmuan Multidisiplin Guna Membangun Kemandirian Bangsa. Sekolah Pascasaraja Universitas Gadjah Mada: Yogyakarta.
12. Narwoko D,J., dan Suyanto,B. (2010). Sosiologi Teks Pengantar Dan Terapan, Edisi Ketiga, Cet.X. Kencana Prenada Media Group: Jakarta.
13. Oerner, A. F. & Fitzpatrick, M. A. (2002). Toward a Theory of Family Communication. Communication Theory. International Communication Association: Washington
14. Retnaningrum. H. D. 2009. Inses Sebagai Manifestasi Kekerasan Terhadap Perempuan, Jurnal Dinamika Hukum, 9, (1), 1-5
15. Sangalang, C. C., Jager, J., & Harachi, T. W. (2017). Effects of maternal Traumatic distress on family functioning and child mental health: An examination of Southeast Asian refugee families in the US. Social Science & Medicine, 184, 178-186.
16. Sazali, Hasan., dan Misrah. (2018). Sistem Penguatan Peran Keluarga Berbasis Agama dan Kearifan Lokal Dalam Mengantisipasi Perilaku Inses Keluarga Inti (Studi Kasus Masyarakat Kecamatan Tanjung Tiram) Laporan Penelitian LP2M Universitas Islam Negeri Sumatera Utara Medan Tahun Anggaran 2018.
17. Sinar. 2004. Menggali Kearifan Lokal Nusantara Sebuah Kajian Filsafat. Jurnal Filsafat. 37, (2), 111-120.
18. Suyanto, Suyono. (2002). Pemberdayaan Masyarakat Desa, Materi Diklat Pemberdayaan Masyarakat Desa. Samarinda: Badan Diklat Provinsi Kaltim.
19. Swarianata,V. Sugiri, B. Aprialianda, N. (2016). Kriminalitas Inses (Hubungan Seksual Sedarah) DalamPerspektif Pembaharuan Hukum Pidana. Fakultas Hukum, Universitas Brawijaya Malang: Malang.
20. Syam, Esy. (2008). Dampak Negatif Dalam Hubungan Inses Yang tergambar Dalam Drama Oedipus, The King, Karya Sophocles, Jurnal Ilmu Budaya, 4, (2), 1-63
21. Vangelisti, Anita L. (2004). Handbook of Family Communicayion. Lawrence Erlbaum Associates: London.
22. Weber, M. (1993). The Sociology of Relegion. Fourth Edition. Beacon Press: Boston
23. White, J. M., & Klein, D. M. (2008). Family theories (ed. 3). California: Sage Publications, Inc: London
24. Yin. K. R. (2015). Studi Kasus Desain dan Metode, Cetakan ke 14, PT. Raja Grafindo Persada: Jakarta
25. Yudaningsih, P.L. (2014). Pengaturan Tindak Pidana Inses Dalam Perspektif Kebijakan Hukum Pidana. Crime ofincest, parents, criminallaw reform. Inovatif, Volume VII Nomor II Mei 2014.
26. Ahmada, N.S & Nasir.R. (2010). Emotional Reactions and Behavior of Incest Victims. Procedia Social and Behavioral Sciences 5, 1, 1023–497