Pemerkasaan polisi belia di Indonesia: Pelaksanaan dan impak
List of Authors
  • Azhar Kasim , Irfan Ridwan Maksum , Sakhyan Asmara

Keyword
  • Polisi, Pemerkasaan, Belia, Indonesia, Impak

Abstract
  • Artikel ini meneliti pemerkasaan polisi belia di Indonesia yang dilaksanakan oleh Kementerian Pemuda dan Olahraga RI (Kemenpora) yang dapat dilihat dari sudut pelaksanaan dan impaknya. Teori Grindle (1980) dan Royse et al. (2001) digunakan sebagai kerangka konseptual artikel ini. Hasil analisis mendapati terdapat beberapa permasalahan penting. Pertama, terdapat kelemahan dari sudut penyelarasan pelaksanaan dasar, tahap pematuhan dan responsif, sistem pengambilan anggota baru, dan kecekapan sumber manusia. Walaupun kerajaan berjaya merealisasikan program yang banyak, namun tahap perubahan yang disasarkan masih belum dicapai. Kedua, impak yang dirasai hanya di peringkat individu, berbanding pada peringkat kelompok kecil dan kelompok masyarakat, mengakibatkan tahap perubahan dan penerimaan belum mampu menjawab permasalahan belia secara lebih komprehensif. Ironinya, proses penilaian tidak pernah dilakukan untuk mendapatkan maklum balas bagi memperbaiki dasar pemerkasaan belia.

Reference
  • 1. Badan Perencana Pembangunan Nasional (Bappenas). 2011. Sistem Perencanaan Pembangunan Nasional. Jakarta: Bappenas.
    2. Badan Pusat Statistik. 2015. Penduduk Indonesia menurut Umur Tunggal/Single Year. Jakarta: Badan Pusat Statistik Indonesia.
    3. Chavchay Syaifullah. 2008. Kemandirian Pemuda: Tantangan dan Harapan. Jakarta: kementerian Pemuda dan Olahraga.
    4. Ciarlo, J.A., & Tweed, D.L. 1992. Implementing Indirect Need-Assessment Model for Development and Empowerment Program Model. Evaluation and Program Palnning 15(1): 195-210.
    5. Dewan Ketahanan Nasional (Wantannas). 2012. Antisipasi dan Solusi Maraknya Anarkisme yang Mencederai Kerukunan dan Kedamaian Warga Negara. Jakarta: Wantannas.
    6. Freire, P. 1968. Pedagogy of the Oppressed. Translate. New York: Bloomsbury.
    7. Grindle, M. S. 1980. Politics and Policy Implementation in the Third World. New Jersey: Princeton University Press.
    8. Kementerian Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia (Kemenpora RI). 2010. Penyajian Data dan Informasi Statistik Kepemudaan. Jakarta: Kementerian Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia.
    9. Royse, D., Thyer, B. A., Padgett, D. K., & Logan, T.K. 2001. Program Evaluation: An Introduction. Third Edition. California: Brooks/Cole.
    10. Tash, W. R., & Stahler, G. J. 1984. The Transactional Partnering Model. American Behavioral Scientist 27(5): 608-630.
    11. Uphoff, N. T. 1986. Local Institutional Developement: An Analitical Sourcebook. West Hartford: Kumarian Press.
    12. www. kompas.com 20%pengguna 20%narkoba 20% dan 20% bahayanya 20% bagi 2% pemuda/kita.htm. [diakses pada tanggal 15 April 2014].
    13. www.bappenas.go.id /20% pendidikan 20% pemuda 20% di 20% Indonesia.htm, [diakses pada tanggal 12 April 2014].