Upacara ‘rambu solo’ dulu dan Kinidi Makale Utara Tana Toraja
List of Authors
  • Hasbi , Mohamad Fauzi Sukimi

Keyword
  • Perubahan, upacara rambu solo‟, perilaku dualisme, motif status sosial, motif ekonomi, motif budaya

Abstract
  • Upacara rambu solo‟ dulu dan kini mengalami perubahan dan boleh menimbulkan pelbagai masalah. Makalah ini bertujuan untuk melihat bagaimana berlakunya perubahan upacara rambu solo‟ masa dulu dan masa kini di Makale Utara. Menggunakan kaedah kualitatif. Data diperoleh dari pemerhatian, temu bual dan sumber bertulis dari pengkaji-pengkaji budaya Toraja sebelum ini. Hasil kajian menemukan bahawa perubahan makna upacara rambu solo‟ dulu dan kini, menimbulkan perilaku dualisme dan berbagai motif, iaitu motif status sosial yang mengarah kepada motif ingin memperlihatkan prestij, motif ekonomi, dan motif budaya. Hasil kajian mencadangkan kepada tokoh agama, lembaga pendidikan dan pemerintah agar meningkatkan pembinaan untuk menyedarkan masyarakat Toraja agar mahu meninggalkan perilaku dualisme dan motif ingin memperlihatkan prestij.

Reference
  • 1. Akin Duli dan Hasanuddin. (2003). Toraja Dulu dan Sekarang. Makassar: Pustaka Refleksi.
    2. Andarias Kabanga‟. (2002). Manusia Mati Seutuhnya, Suatu Kajian Antropologi Kristen. Yogyakarta: Media Pressindo.
    3. Burhan Bungin. (2006). Metodologi Penelitian Kualitatif, Aktualisasi Metodologis ke Arah Ragam Varian Kontemporer. Jakarta: PT. Raja Grafindo Persada.
    4. Engkus Kuswanto. (2009). Fenomenologi. Metode Penelitian Kualitatif. Bandung: Widya Padjadjaran.
    5. Frans B. Palebangan. (2007). Aluk, Adat, dan Adat-Istiadat Toraja. Tana Toraja: PT. Sulo.
    6. John McLeish. (1969). The Theory of Social Change. New York: Schocken Books.
    7. Koentjaraningrat. (2003). Pengantar Antropologi. Cetakan Kedua. Jakarta: PT. Rineka Cipta.
    8. Kristin G. Esterberg. (2002). Qualitative and Quantitative in Social Research. New York: Mc Graw Hill.
    9. Tangdilintin LT. (1975). Toraja dan Kebudayaannya. Cetakan Kedua. Tana Toraja; Yayasan Lepongan Bulan.
    10. Theodorus Kobong. (1983). Manusia Toraja: Dari Mana, Bagaimana, ke Mana?. TangmentoE: Seri Institut Theologia Gereja Toraja (SITGT) no.1.
    11. Ibid. (2008). Injil dan Tongkonan: Inkarnasi, kontekstualisasi, transformasi. Jakarta: Gunung Mulia.
    12. Toraja Tallu Lembaga. (2010). Sejarah Aluk, Adat, dan Budaya Toraja di Tallu Lembangna. Jakarta: Keluarga Besar Tallu Lembangna Jabodetabek