1. Akin Duli dan Hasanuddin. (2003). Toraja Dulu dan Sekarang. Makassar: Pustaka Refleksi.
2. Andarias Kabanga‟. (2002). Manusia Mati Seutuhnya, Suatu Kajian Antropologi Kristen. Yogyakarta: Media Pressindo.
3. Burhan Bungin. (2006). Metodologi Penelitian Kualitatif, Aktualisasi Metodologis ke Arah Ragam Varian Kontemporer. Jakarta: PT. Raja Grafindo Persada.
4. Engkus Kuswanto. (2009). Fenomenologi. Metode Penelitian Kualitatif. Bandung: Widya Padjadjaran.
5. Frans B. Palebangan. (2007). Aluk, Adat, dan Adat-Istiadat Toraja. Tana Toraja: PT. Sulo.
6. John McLeish. (1969). The Theory of Social Change. New York: Schocken Books.
7. Koentjaraningrat. (2003). Pengantar Antropologi. Cetakan Kedua. Jakarta: PT. Rineka Cipta.
8. Kristin G. Esterberg. (2002). Qualitative and Quantitative in Social Research. New York: Mc Graw Hill.
9. Tangdilintin LT. (1975). Toraja dan Kebudayaannya. Cetakan Kedua. Tana Toraja; Yayasan Lepongan Bulan.
10. Theodorus Kobong. (1983). Manusia Toraja: Dari Mana, Bagaimana, ke Mana?. TangmentoE: Seri Institut Theologia Gereja Toraja (SITGT) no.1.
11. Ibid. (2008). Injil dan Tongkonan: Inkarnasi, kontekstualisasi, transformasi. Jakarta: Gunung Mulia.
12. Toraja Tallu Lembaga. (2010). Sejarah Aluk, Adat, dan Budaya Toraja di Tallu Lembangna. Jakarta: Keluarga Besar Tallu Lembangna Jabodetabek