1. Aminudin. 1995. Pengantar Apresiasi Karya Sastra. Bandung: Sinar Baru.
2. Arimbi, Diah Ariani. 2009. Reading Contemporery indonesian Muslim Women Writers:Reprenstation, Identy, and Religion of Muslim Women in Indonesian Fiction. Amsterdam: Amsterdam Yuniversity Press.
3. Culler, Jonathan, 1983. On Decontruction: theory and Criticism After Structuralism. New York: Cornell University Press.
4. El Khalieqy, Abidah. 2009. Perempuan Berkalung Sorban. Yugyakarta: Yayasan Kesejahteraan Fatayat.
5. Kurnia, Fabiola Darmawanti. 2009. Analisis Gender dan Tranformasi Sosial. Yugyakarta: Pustaka Pelajar.
6. Nasir, Muhammad.1988. Metode Penelitian. Jakarta: Ghalia Indonesia.
7. Nurgiyantoro, Burhan. 2013. Teori Pengkajian Fiksi. Yogyakarta: Gajah Mada University Press.
8. Nuruzzaman, 2004. Islam Agama Rumah Perempuan: Pemelaan Kiai Islamic boarding school. Yugyakarta: LKIS.
9. Ratna, Nyoman Kuthaa. 2004. "Relevansi Teori-Teori Posstrukturalisme dalam Memahami Karya Sastra, Aspek-Aspek Kebudayaan Kontemporer Pada Umumnya". Pidato Pengukuhan Jabatan Guru Besar dalam Bidang Ilmu Sastra di Fakultas Sastra Udayana Universitas Udayana Denpasar, 1 Mei 2004'
10. Ratna, Nyoman Kutha. 2009. Paradigma Sosiologi Sastra. Yogyakarya: Pustaka Pelajar
11. Santoso, Puji. 2015. Metode Penelitian Sastra. Yugyakarta: Azza Grafika.
12. Sarup, Madan. 2003. Posstrukturalisme dan Posmodernisme: Sebuah Pengantar Krits. Di-Indonesiakan oleh Medhy Agginta Hidayat. Yugyakarta: Jendela.
13. Sugiharto, I Bambang. 1996. Possmodernisme: Tantangan Bagi Filsafat. Yugyakarta : Kanisius.
14. Sudjiman, Panuti. 1987. Kamus Istilah Sastra. Jakarta: Gramedia.